Rabu, 21 Desember 2011

Dengan Apa Aku Memanggilmu

Perempuan yang jauh disana.
Telah sekian waktu kamu berkelindan dalam hari-hariku. Dan aku tahu, akupun pasti berada dalam jagad pikiranmu, seperti yang selalu kamu katakan padaku. Kita berdua hidup dalam pusaran rasa yang sama. Oleh karenanya, aku harus memanggilmu apa?

Perempuan yang membayangi anganku.
Jika setiap waktu kutunggu sapamu dan kadang hingga jemu. Karena sapa dan tawa dari sana selalu hangatkan nada dalam dada. Hingga penantian akanmu bagaikan pilu satu hukuman. Untuk itu, dengan apa kuharus memanggilmu?

Perempuan penggugah inspirasi.
Bila karenamu jiwaku tergugah. Bila olehmu energiku membuncah tumpah ruah. Hingga berjuta depa jarak kujalani untuk memandang sosokmu. Untuk mendengarkan suaramu. Dan satu genggaman saja pada jemarimu. Adakah yang lebih dahsyat daripada itu. Karenanya, dengan apa kupanggil dirimu?

Perempuan pengisi relung malam.
Jika aku dan kamu tahu, bahwa rasa yang sama tak serta merta boleh berkuasa. Tapi aku dan kamu percaya akan adanya masa yang leluasa dialam nyata, apapun bentuknya. Sebab itu, aku harus memanggilmu apa?

Perempuan yang jauh disana.
Atas nama rasa yang telah meraja. Baiklah, kan kupanggil dirimu ;
"Cinta..."

Rabu - 21122011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar