Rabu, 12 Maret 2014

Apakah Kelak Aku Bidadarimu



Bahwa kau adalah separuhku, dan aku adalah separuhmu... Tentu saja, janji dihadapanNYA sudah terpatri sejak saat itu. Di satu pagi, di hari Jumaah yang penuh berkah. Ketika kuletakkan bibirku di punggung tanganmu, tanda bahwa aku adalah belahan jiwamu.

Lalu, aku dan kau, berjalan menyusuri waktu, berlayar mengemudikan perahu... Siapa yang tahu bahwa kita tak selalu saling setuju? Ada kalanya kau katakan biru, tapi aku mau ungu... Ada saat aku ingin hujan, tapi kau hanya harapkan awan... Oh, kiranya telah banyak waktu-waktu bimbang dan bersimpang diantara kita.

Tapi bukankah kita enggan menyerah kalah pada jalan yang saling simpang dan tak lempang? Segenap daya lalu tercurah ; Pengertian, pemahaman, pemakluman, juga lapang rasa agar biduk tak oleng lalu karam di perjalanan... Bukankah cinta itu menolak benci? Bukankah sayang itu selalu memaafkan, walau kadang tak melupakan?






Engkau separuhku. Dunia fana telah kita jalani dalam sekian masa... Pagi demi pagi, malam demi malam, hari demi hari... Hingga Sang Kuasa menentukan waktu kita, dan kita harus berangkat menempuh dimensi tempat yang berbeda... Sendiri saja pastinya, hanya bersama bekal yang kita tuai satu demi satu selama kita menginjak dunia.

Kini engkau adalah separuhku. Namun entah seperti apa kita nanti disana... Tentu tak akan ada lagi cerita tentang ikatan-ikatan di dunia... Tak berguna lagi lembar-lembar peneguhan bahwa kita adalah dua belahan dalam satu jiwa. Hanya catatan amal dan ibadah yang jadi pengenal kita... Dan aku tak akan pernah tahu dimana dirimu. Pun dirimu tak akan mencari adanya diriku... Itu janji dariNYA, bukan? Tak ada yang mampu mengubahnya.



Lalu, pada akhir yang tak fana disana, adakah kita kembali bersua? Mungkinkah aku menjadi bidadari bagimu selamanya? Betapa inginnya hamba bersama di surgaNYA... Jika pun bisa menurut hisab, pengampunan dan kehendakNYA, masih adakah nanti sisa-sisa kenangan kita berdua di dunia? Entah. Tapi pasti, hanya DIA yang berkenan menjawabnya...

Pondok Gede - 07032014

#untuk Separuhku
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar